Jumat, 22 Februari 2019

TIPS CEPAT MENGHAFAL ALQUR'AN UNTUK ANAK


Berikut ini sekelumit cara untuk menanamkan
kegemaran menghafal Al-Qur’an kepada anak kita:
1. Secara umum, jika kita ingin memfokuskan untuk menanamkan kegemaran menghafal Al-Qur’an tanpa teralih ke hal lain ya sebagai ortu, kita harus menyingkirkan sarana-sarana yang mengalihkan perhatian tersebut, seperti:
a. TV, alat ini sangat memegang peranan penting dalam memperburuk moral anak
b. Video game, tau sendiri lah kayak apa kalo anak sudah kecanduan main game
c. Banyak keluar rumah, apalagi kalo temen-temennya buruk , gak pernah ngaji, nonton TV atau ngegame. Jadi ya, ortu harus membatasi anak untuk bermain keluar rumah.
2. Untuk anak di atas 3 atau 4 tahun dimana anak sudah dapat diajak berpikir, mungkin kreativitas ortu untuk menanamkan kegemaran anak menghafal lebih mudah, misalnya:
a. Memberikan contoh pada anak, bahwa kita juga selalu menyisihkan waktu khusus untuk menghafal Al-Quran, misalnya setelah Shubuh, Maghrib, atau Isya (silahkan dipilih sendiri mana yang sempet). Kita juga memperlihatkan pada anak bahwa kita sering membaca Al-Qur’an, walaupun cuma berdasar hafalan. Tentu waktunya bisa kapan saja, kan gak harus bersuci dulu
b. Menjanjikan hadiah pada anak jika sudah hafal juz atau surat tertentu. Jadi ada targetnya, misalnya: nak, kalo kamu hafal Al-Mulk, Abi beliin mainan, apalagi kalo bisa hafal dalam 1 bulan, abi beliin 2 deh
c. Sering berbicara kepada anak dengan
menyebut dalil-dalil dalam Al-Qur’an, kalo mampu tentunya, misalnya: Kita sedang di pasar bersama anak kita, kita nasihati jangan berbuat curang kalo kita jualan, biar nanti gak celaka, bacain deh surat Al-Muthoffifin, dst
d. Kalo anak kita bisa mendengar bacaan kita pas sholat malam , alangkah bagusnya untuk memurojaah hafalan kita pada saat tersebut, jadi kalo ada tempat, kita sholat malamnya di samping tempat tidurnya anak, gitu (masalah ini disesuaikan dengan manfaat dan mudhorot juga, tergantung keadaan kita masing-masing)
e. Jangan membuat trauma kepada anak tentang kegagalannya, misalnya kita memarahi secara berlebihan akan ketidakbisaan anak mencapai target hafalannya
f. Oh iya hampir lupa, pada saat si anak belum bisa baca Al-Qur’an, mengajari hafalan kepada anak jangan terlalu keras dalam membenarkan tajwid anak, yang penting bisa hafal saja dulu, makhroj huruf belakangan kita perbaiki sambil terus mengajarkan cara membaca Al-Qur’an yang benar. Dalam tahap ini tentu pengajaran hafalan hanya berdasar dikte dari ortu saja, belum membaca sendiri. Baru setelah si anak bisa membaca Al-Quran, tentu kita suruh mereka menghafal dari apa yang mereka baca. Dalam tahap ini, optimalisasi target hafalan dan pemberian hadiah bisa diterapkan.
f. dll, insyaAlloh masing banyak cara lain yang bisa kita gunakan kepada anak yang sudah bisa berpikir.
3. Untuk anak kurang dari 3 tahun , ini yang penting untuk kita bahas. Bisa ditempuh cara-cara berikut ini. Sebagai ortu, kita harus sering memperdengarkan bacaan Al-Quran kepada anak dengan cara yang beragam yang disukai anak, misal: membuat video murottal yang berisi macem-macem hewan yang audionya adalah pembacaan murottal dari Qori’ internasional, misalnya: M. Thoha Al-Junayd, Sudays, Syuraim, Misyari Rasyid, dll. Langkah-langkahnya sebagai berikut:
a. Download video hewan dari internet
b. Diedit : dihilangkan suaranya, diringkas (setiap satu shot/satu gerakan hewan tertentu kira-kira 5 detik aja, jangan lama-lama, agar tidak membosankan)
c. Gabungkanlah video-video tersebut dengan file audio murottal, bisa ditambahkan judul surat di halaman muka, dengan software gratis, misalnya movie maker. Bisa membutuhkan puluhan file video lho untuk satu surat yang agak panjang di juz 29.
d. Jangan monoton menggunakan satu qori, agar tidak membosankan. Misal, untuk Juz 29 kita gunakan M. Thoha, untuk Juz 28 kita gunakan Misyari Rasyid, untuk Juz 30 kita gunakan Sudays-Syuraim, dst.
Pekerjaan ini memang melelahkan sih, tapi insyaAlloh anak kecil suka lho. Bisa jadi mereka menghabiskan waktu lama di depan komputer untuk melihat video hewan sekaligus mendengarkan murottal, dan kalo videonya banyak, maka bosannya pun akan lama.
Perhatian (tambahan penjelasan)
– jangan terlalu banyak membuat video, bisa dibatasi kita buat 3 juz aja, 28, 29, 30. Jadi, sebelum mereka bisa membaca Al-Quran, kita tanamkan bacaan ketiga juz ini dengan sering-sering memperdengarkannya. Kalo kita bikinnya banyak, malah jadi tidak fokus kan, kita mau menanamkan hafalan surat/juz yang mana dulu
– download lah file video dengan kualitas yang lumayan bagus, agar enak ditonton, minimal ya 480 p lah jangan yang dibawah itu, kalo kita mampu mendapatkan yang kualitas HD, tentu lebih bagus
– gak rugi kok insyaAlloh membuat video tersebut, apalagi kalo anak kita banyak, satu anak bosen, anak yang selanjutnya bisa nonton lagi, dst. tentu di rumah kita jadi sering diperdengarkan lantunan murottal.
Yang sangat penting juga, jangan lupa berdoa kepada Alloh agar memberikan hafalan Al-Quran kepada anak-anak kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar